RSS

Arsip Bulanan: Februari 2011

Viskositas

Viskositas merupakan ukuran kekentalan fluida yang menyatakan besar kecilnya gesekan di dalam fluida. Makin besar viskositas suatu fluida, maka makin sulit suatu fluida mengalir dan makin sulit suatu benda bergerak di dalam fluida tersebut. Di dalam zat cair, viskositas dihasilkan oleh gaya kohesi antara molekul zat cair. Sedangkan dalam gas, viskositas timbul sebagai akibat tumbukan antara molekul gas. Viskositas zat cair dapat ditentukan secara kuantitatif dengan besaran yang disebut koefisien viskositas. Satuan SI untuk koefisien viskositas adalah Ns/m2 atau pascal sekon (Pa s). Ketika Anda berbicara viskositas Anda berbicara tentang fluida sejati. Fluida ideal tidak mempunyai koefisien viskositas. Apabila suatu benda bergerak dengan kelajuan v dalam suatu fluida kental yang koefisien viskositasnya, maka benda tersebut akan mengalami
gaya gesekan fluida , dengan k adalah konstanta yang bergantung pada bentuk geometris benda. Berdasarkan perhitungan laboratorium, pada tahun 1845, Sir George Stokes menunjukkan bahwa untuk
benda yang bentuk geometrisnya berupa bola nilai k = 6 π r. Bila nilai k dimasukkan ke dalam persamaan, maka diperoleh persamaan seperti berikut:

Perhatikan sebuah bola yang jatuh dalam. Gaya-gaya yang bekerja pada bola adalah gaya berat w, gaya apung Fa, dan gaya lambat akibat viskositas atau gaya stokes Fs. Ketika dijatuhkan, bola bergerak dipercepat. Namun, ketika kecepatannya bertambah, gaya stokes juga bertambah. Akibatnya, pada suatu saat bola mencapai keadaan seimbang sehingga bergerak dengan kecepatan konstan yang disebut kecepatan terminal. Pada kecepatan terminal, resultan yang bekerja pada bola sama dengan nol. Misalnya sumbu vertikal ke atas sebagai sumbu positif, maka pada saat kecepatan terminal tercapai berlaku berlaku persamaan :

Berdasarkan eksperimen juga diperoleh bahwa koefisien viskositas tergantung suhu. Pada kebanyakan fluida makin tinggi suhu makin rendah koefisien viskositasnya.
a. Fluida yang lebih cair biasanya lebih mudah mengalir, contoh : air
b. Fluida yang lebih kental lebih sulit mengalir, contoh : minyak goreng

 
15 Komentar

Ditulis oleh pada 28 Februari 2011 in Fisika

 

Kapilaritas

Apabila sebatang pipa dengan diameter kecil, kemudian salah satu ujungnya dimasukkan dalam air, maka air akan naik ke dalam pipa, sehingga permukaan air di dalam pipa lebih tinggi daripada permukaan air di luar pipa. Akan tetapi, jika pipa dimasukkan ke dalam air raksa, maka permukaan air raksa di dalam pipa lebih rendah daripada permukaan air raksa di luar pipa. Hal ini dikenal sebagai kapilaritas, yang disebabkan oleh gaya kohesi dari tegangan permukaan dan gaya antara zat cair dengan tabung kaca (pipa).

Pada zat cair yang membasahi dinding (sudut kontak < 90o), mengakibatkan zat cair dalam pipa naik, sebaliknya, jika sudut kontak > 90o, permukaan zat cair dalam pipa lebih rendah daripada permukaan zat cair di luar pipa.

Apabila jari-jari tabung, massa jenis zat cair,  besarnya sudut kontak , tegangan permukaan, kenaikan zat cair setinggi, dan permukaan zat cair bersentuhan dengan tabung sepanjang keliling lingkaran , maka besarnya gaya ke atas adalah hasil kali komponen-komponen tegangan permukaan yang vertikal dengan keliling dalam tabung. Secara matematis dituliskan:

Berikut ini beberapa contoh yang menunjukkan gejala kapilaritas dalam kehidupan sehari-hari.

a. Naiknya minyak tanah melalui sumbu kompor sehingga kompor bisa dinyalakan.

b. Kain dan kertas isap dapat menghisap cairan.

c. Air dari akar dapat naik pada batang pohon melalui pembuluh kayu.

Selain keuntungan, kapilaritas dapat menimbulkan beberapa masalah berikut ini.

a. Air hujan merembes dari dinding luar, sehingga dinding dalam juga basah.

b. Air dari dinding bawah rumah merembes naik melalui batu bata menuju ke atas sehingga dinding rumah lembap.

Sumber: BSE kelas_2_sma_fisika_bambang_haryadi, BSE kelas_2_fisika_siwanto, BSE kelas_2_Setya_Nurachmandani_BAB_7

 
7 Komentar

Ditulis oleh pada 28 Februari 2011 in Fisika

 

Mengapa Saya Malas….? – -“

Malas, satu kebiasaan buruk yang ga baik buat kita semua. Malas, kata orang ada pribahasa malas pangkal miskin (iya yah?) 😀  Ngga bisa dipungkiri semua manusia pasti ada sifat jeleknya yaitu malas begitu pula dengan saya.

Ada beberapa alasan kenapa saya malas antara lain:

  1. Mungkin karena ngga mood buat mengerjakan sesuatu.
  2. Biasannya karena benar-benar capek terus bawaannya mau tidur aja terus isirahat aja pokoknya melakukan sesuatu yang ga bikin capek deh.
  3. Bisa jadi malas mengerjakan tugas atau malas mikir sehingga di tunda-tunda karena ngga bisa ngerjainnya, ngga mengerti materinya makanya jadi malas ngerjain tugas atau PR itu. Tapi kalau bisa ngerjainnya pasti dengan senang hati ngerjainnya. Biasanya kalau udah kayak gini ending-nya nyontek deh #nakal . Padahal aku tau aja itu perbuatan dosa tapi mau gimana lagi namanya juga malas tapi tetap lah harus bisa ngubah sikap 🙂

Itulah beberapa alasan mengapa saya memiliki sifat malas. Yang pada intinya sifat itu harus diubah agar tidak menjadi suatu kebiasaan yang terus ada dalam hidup kita karena  malas merupakan sesuatu yang normal dalam hidup Anda. Karena dia normal maka dia pun bisa diatasi 😀

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 27 Februari 2011 in Pengalaman

 

My Story :)

Tanggal 20 February 2011 kami mendapatkan berita duka Oppung Firdaus Doli (Kakek). Alm kakek kami  meninggal jam 16.00 WIB di RSUD Dolok Sanggul. Dan berita duka itu langsung tersebar ke semua anak-anak dan cucu oppung. Aku pun mendapat informasi dari mamah sekitar jam 16.15 WIB saat mengetahui itu  tangis ku pun tak tertahankan.

Sehingga tanggal 21 February 2011 jam 14.15 WIB pesawat kami berangkat ke Jakarta menuju Medan dan menunju Dolok Sanggul menggunakan mobil ± 6 jam. Sesampai di Dolok Sanggul sungguh bagaikan mimpi melihat Oppung Doli yang sudah terbujur kaku tak bernafas waktu itu pertama kalinya aku melihat papah menangis. Berbagai sebab ayahku menangis karena kami lama tidak pulang kampong, papah dan mamah ku tidak mempunyai anak laki-laki dan itu merupakan suatu kekurangan dari keluarga kami. Karena anak laki-laki dalam suku batak lebih berharga karena ia yang nantinya meneruskan marga Munthe tersebut.

Tanggal 22 February 2011, Pada hari ini kami menerima ucapan berbelasungkawa dari sanak saudara dan para tetangga serta kerabat dekat (temsn-teman alm) serta berunding kapan dikuburkan alm Oppung Doli.

Tanggal 23 February 2011. Sebelum acara adat setiap anak dan cucu dari alm.Oppung Doli dipersilahkan mengucapkan kata-kata terakhir kepada alm.Oppung Doli. Acara puncak yaitu adat SAUR MATUA artinya acara adat khusus untuk orang tua (alm) yang sudah sukses atau berhasil menyekolahkan anak-anaknya semua dan menikahkan semua anaknya. Dalam acara tersebut dilakukan pemberian ULOS PASU-PASU yang artinya ulos berkat dari hula-hula (Raja/saudara laki-laki dari Nenek). Dan juga pemberian ulos dari setiap sanak keluarga. Saat pemberian ulos diiringi dengan alunan music khas batak yaitu GONDANG dengan  TARIAN TOR-TOR.

Symbol dari adat SAUR MATUA adalah adanya pemotongan kerbau, dan sebagian darah dari kerbau yang telah disembelih dibawah oleh anak pertama dari tempat pemotongan kerbau menuju rumah dengan cara darah tersebut dimasukkan dalam wadah juga harus dibawa dengan cara ember (wadah) tersebut diletakkan diatas kepala, dan di sambut dengan alunan music GONDANG dan  TARIAN TOR-TOR. Acara tersebut dengan maksud menghormati alm. Oppung Doli.

Setelah selesai acara adat tersebut barulah diadakan kebaktian singkat oleh Pendeta sebelum pemberangkatan jenazah ke tempat peristirahatan terakhir (penguburan). Dan setelah acara tersebut tepat pukul 15.00 WIB dilaksanakan acara penguburan. Selesai acara penguburan kembali kerumah dan makan bersama. Lalu masih berjalan acara Tari-tarian TOR-TOR dan diiringi alunan music GONDANG. Lalu malam harinya setelah para tamu pulang barulah kumpul para keluarga yaitu seluruh anak almarhum untuk mebicarakan seluruh pengeluaran acara tersebut.

Tanggal 24 February 2011. Ziarah pertama ke kuburan sekaligus membersihkan kuburan dari alm. Oppung Doli. Juga pada hari ini diadakan  kabaktian-kebaktian singkat yang diadiri oleh seluruh anak-anak dari alm. Oppung Doli. Serta adanya ramah-tamah juga ucapan bela-sungkawa dari rekan-rekan, teman-teman, sanak saudara yang datang dari perantauan pada acara ini para keluarga memberi makan untuk para tamu yang datang sebagai ucapan rasa terimakasih atas kedatangan para tamu.

Tanggal 25 February 2011. Pada hari ini kami bergotong-royong membersihkan rumah. Pada hari ini merupakan acara bebas bagi anak-anak alm. Oppung Doli yang ingin mengunjungi keluarga  masing-masing dari anak-anak menantunya. Dan sore harinya  jam 16.00 WIB aku, kak Ocha, Abang Daus, Namboru (F.A.Munthe), Bapa Uda Debora (L.Munthe), Bapa Uda adenan (A.R Siambaton) berzirah ke kuburan Oppung Doli karena keesokkan harinya kami pulang ke kota masing-masing.

Tanggal 26 February 2011. Aku duluan pulang ke Palangka Raya, mereka papah dan mamahku pulang ke Palangka Raya hari Minggu, 27 February 2011 karena hari sabtu mereka ada acara di Medan dengan ayah angkat dari mamah (Oppung Doli dan Oppung Boru). Perjalananku ke Palangka Raya dari Dolok Sanggul – Medan lalu Medan – Jakarta dan Jakarta – Palangka Raya. Aku sampai di Palangkaraya kira-kira sekitar jam 22.30 WIB.

Dan itulah cerita singkat perjalananku di DOLOK SANGGUL dan serangkaian prosesi acara meninggalnya Oppung Firdaus Doli. Dari acara tersebut banyak sekali perbedaan dari adat suku Dayak dan suku Batak. Dan dari acara tersebut aku mengetahui beberapa hal yaitu bahwa dalam Suku Batak, orang tua adalah bagai raja yang sangat dihormati serta dihargai karena mereka yang telah membesarkan dan merawat kita hingga kita dewasa.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 27 Februari 2011 in Pengalaman