RSS

Arsip Kategori: Pengalaman

Class Vegas Part II

Kali ini aku mau nyambung tulisan tentang CLASS VEGAS yang sebelumnya dibaca sampai akhir yaaa

Wali kelas tercinta kami Miss Suchiana guru yang bener-bener nguasain alias jago BIOLOGI yang pengertian benar deh sama anak muridnya, belajar sama Miss Uchi enak loh cepat nangkap materinya. Bu Yosa guru matematika kesayangan kelas kami asli ibunya blak-blakan benar dan sumpah baik bener dah TOP BGT bu.

Read the rest of this entry »

 
14 Komentar

Ditulis oleh pada 25 Maret 2011 in Pengalaman

 

Tag: , , , , , , , , , , , ,

Class Vegas

Ini cerita tentang teman-teman CLASS VEGAS (X-8) di SMAN 2 Palangka Raya,  sekarang udah pisah-pisah dari teman CLASS VEGAS oleh kelas XI kan penjurusan. Sumpah memori atau kenagan terindah atau apalah itu sebutannya kelas ini ngga bakal aku lupai main poker dikelas sampai muka penuh bedak kalau ngga hukumannya di selintik tangannya 😀 masa aku di juluki ‘Ratu Judi’ gara-gara bisa main poker ahaha. Kelas yang hobby pindah-pindah pokoknya selama kelas X, kelas kami ada 3. Guru-guru amazing yang ngajar kami di kelas X-8 dulu.

Dan ini teman-teman sekelasku menurut definisiku : Si acil sari yang ributnya minta ampun tapi rame, teman sebangkuku desy ahahha, juga anas temanku pindah tempat duduk, pepep yang banyak omong, marina sama memey yang penggila korea dua ssejoli yang terpisahkan di bangku SMA kelas XI (beda kelas). Idris sama fajar yang ngga pernah habis ada aja terus lelucoan yang mereka buat.

Tiga serangkai yang suka foto-foto ahahha shendy, dyna, puput Amang uchu yang hapal UUD pas jawab lisan PKN ahaha. Mega yang baik hati bener deh orangnya wkwkkw teman SMP ku dulu, ana dan madan pasangan yang bersemi di kelas X-8 ahahha. Oya yang jadi sutradara drama bahasa Indonesia. Qiqi yang jago semua mata pelajaran tapi minat bahasa 🙂 Intan yang jago main gitar oiia, idris sama fajar juga jago main gitar loh.

Read the rest of this entry »

 
16 Komentar

Ditulis oleh pada 23 Maret 2011 in Pengalaman

 

Tag: , , , ,

Mengapa Saya Malas….? – -“

Malas, satu kebiasaan buruk yang ga baik buat kita semua. Malas, kata orang ada pribahasa malas pangkal miskin (iya yah?) 😀  Ngga bisa dipungkiri semua manusia pasti ada sifat jeleknya yaitu malas begitu pula dengan saya.

Ada beberapa alasan kenapa saya malas antara lain:

  1. Mungkin karena ngga mood buat mengerjakan sesuatu.
  2. Biasannya karena benar-benar capek terus bawaannya mau tidur aja terus isirahat aja pokoknya melakukan sesuatu yang ga bikin capek deh.
  3. Bisa jadi malas mengerjakan tugas atau malas mikir sehingga di tunda-tunda karena ngga bisa ngerjainnya, ngga mengerti materinya makanya jadi malas ngerjain tugas atau PR itu. Tapi kalau bisa ngerjainnya pasti dengan senang hati ngerjainnya. Biasanya kalau udah kayak gini ending-nya nyontek deh #nakal . Padahal aku tau aja itu perbuatan dosa tapi mau gimana lagi namanya juga malas tapi tetap lah harus bisa ngubah sikap 🙂

Itulah beberapa alasan mengapa saya memiliki sifat malas. Yang pada intinya sifat itu harus diubah agar tidak menjadi suatu kebiasaan yang terus ada dalam hidup kita karena  malas merupakan sesuatu yang normal dalam hidup Anda. Karena dia normal maka dia pun bisa diatasi 😀

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 27 Februari 2011 in Pengalaman

 

My Story :)

Tanggal 20 February 2011 kami mendapatkan berita duka Oppung Firdaus Doli (Kakek). Alm kakek kami  meninggal jam 16.00 WIB di RSUD Dolok Sanggul. Dan berita duka itu langsung tersebar ke semua anak-anak dan cucu oppung. Aku pun mendapat informasi dari mamah sekitar jam 16.15 WIB saat mengetahui itu  tangis ku pun tak tertahankan.

Sehingga tanggal 21 February 2011 jam 14.15 WIB pesawat kami berangkat ke Jakarta menuju Medan dan menunju Dolok Sanggul menggunakan mobil ± 6 jam. Sesampai di Dolok Sanggul sungguh bagaikan mimpi melihat Oppung Doli yang sudah terbujur kaku tak bernafas waktu itu pertama kalinya aku melihat papah menangis. Berbagai sebab ayahku menangis karena kami lama tidak pulang kampong, papah dan mamah ku tidak mempunyai anak laki-laki dan itu merupakan suatu kekurangan dari keluarga kami. Karena anak laki-laki dalam suku batak lebih berharga karena ia yang nantinya meneruskan marga Munthe tersebut.

Tanggal 22 February 2011, Pada hari ini kami menerima ucapan berbelasungkawa dari sanak saudara dan para tetangga serta kerabat dekat (temsn-teman alm) serta berunding kapan dikuburkan alm Oppung Doli.

Tanggal 23 February 2011. Sebelum acara adat setiap anak dan cucu dari alm.Oppung Doli dipersilahkan mengucapkan kata-kata terakhir kepada alm.Oppung Doli. Acara puncak yaitu adat SAUR MATUA artinya acara adat khusus untuk orang tua (alm) yang sudah sukses atau berhasil menyekolahkan anak-anaknya semua dan menikahkan semua anaknya. Dalam acara tersebut dilakukan pemberian ULOS PASU-PASU yang artinya ulos berkat dari hula-hula (Raja/saudara laki-laki dari Nenek). Dan juga pemberian ulos dari setiap sanak keluarga. Saat pemberian ulos diiringi dengan alunan music khas batak yaitu GONDANG dengan  TARIAN TOR-TOR.

Symbol dari adat SAUR MATUA adalah adanya pemotongan kerbau, dan sebagian darah dari kerbau yang telah disembelih dibawah oleh anak pertama dari tempat pemotongan kerbau menuju rumah dengan cara darah tersebut dimasukkan dalam wadah juga harus dibawa dengan cara ember (wadah) tersebut diletakkan diatas kepala, dan di sambut dengan alunan music GONDANG dan  TARIAN TOR-TOR. Acara tersebut dengan maksud menghormati alm. Oppung Doli.

Setelah selesai acara adat tersebut barulah diadakan kebaktian singkat oleh Pendeta sebelum pemberangkatan jenazah ke tempat peristirahatan terakhir (penguburan). Dan setelah acara tersebut tepat pukul 15.00 WIB dilaksanakan acara penguburan. Selesai acara penguburan kembali kerumah dan makan bersama. Lalu masih berjalan acara Tari-tarian TOR-TOR dan diiringi alunan music GONDANG. Lalu malam harinya setelah para tamu pulang barulah kumpul para keluarga yaitu seluruh anak almarhum untuk mebicarakan seluruh pengeluaran acara tersebut.

Tanggal 24 February 2011. Ziarah pertama ke kuburan sekaligus membersihkan kuburan dari alm. Oppung Doli. Juga pada hari ini diadakan  kabaktian-kebaktian singkat yang diadiri oleh seluruh anak-anak dari alm. Oppung Doli. Serta adanya ramah-tamah juga ucapan bela-sungkawa dari rekan-rekan, teman-teman, sanak saudara yang datang dari perantauan pada acara ini para keluarga memberi makan untuk para tamu yang datang sebagai ucapan rasa terimakasih atas kedatangan para tamu.

Tanggal 25 February 2011. Pada hari ini kami bergotong-royong membersihkan rumah. Pada hari ini merupakan acara bebas bagi anak-anak alm. Oppung Doli yang ingin mengunjungi keluarga  masing-masing dari anak-anak menantunya. Dan sore harinya  jam 16.00 WIB aku, kak Ocha, Abang Daus, Namboru (F.A.Munthe), Bapa Uda Debora (L.Munthe), Bapa Uda adenan (A.R Siambaton) berzirah ke kuburan Oppung Doli karena keesokkan harinya kami pulang ke kota masing-masing.

Tanggal 26 February 2011. Aku duluan pulang ke Palangka Raya, mereka papah dan mamahku pulang ke Palangka Raya hari Minggu, 27 February 2011 karena hari sabtu mereka ada acara di Medan dengan ayah angkat dari mamah (Oppung Doli dan Oppung Boru). Perjalananku ke Palangka Raya dari Dolok Sanggul – Medan lalu Medan – Jakarta dan Jakarta – Palangka Raya. Aku sampai di Palangkaraya kira-kira sekitar jam 22.30 WIB.

Dan itulah cerita singkat perjalananku di DOLOK SANGGUL dan serangkaian prosesi acara meninggalnya Oppung Firdaus Doli. Dari acara tersebut banyak sekali perbedaan dari adat suku Dayak dan suku Batak. Dan dari acara tersebut aku mengetahui beberapa hal yaitu bahwa dalam Suku Batak, orang tua adalah bagai raja yang sangat dihormati serta dihargai karena mereka yang telah membesarkan dan merawat kita hingga kita dewasa.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 27 Februari 2011 in Pengalaman